Biokimia hingga Teknologi Digital, FST Dorong Inovasi melalui Kuliah Tamu

Persoalan pencemaran lingkungan Biokimia terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas manusia dan penggunaan berbagai material dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia penelitian adalah mikroplastik, yaitu partikel plastik berukuran sangat kecil yang dapat ditemukan di berbagai komponen lingkungan, mulai dari air, tanah, sedimen, hingga organisme hidup.

Persoalan mikroplastik tidak lagi cukup dipahami hanya melalui satu bidang keilmuan. Dibutuhkan pendekatan yang menghubungkan ilmu kimia, biologi, teknologi informasi, serta analisis data untuk memahami keberadaan, karakteristik, dan pola penyebarannya.

Semangat integrasi keilmuan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Kuliah Tamu Internasional Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Fatah Palembang yang mengangkat tema “Smart Environmental Forensics: Integrasi Biokimia dan Sistem Informasi dalam Deteksi serta Pelacakan Sebaran Mikroplastik.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, secara hybrid, bertempat di Lantai 4 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang serta melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari institusi berbeda, yakni Dr. Ocktraiyana, S.ST., M.Kes. dari Poltekkes Kemenkes Palembang yang hadir secara langsung dan Dr. Sonny Kristianto, S.Si., M.Si. dari Universitas Airlangga yang berpartisipasi secara daring.

Mikroplastik dan Tantangan Baru Penelitian Lingkungan

Mikroplastik menjadi salah satu persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius karena keberadaannya dapat tersebar melalui berbagai jalur, termasuk aliran air, aktivitas manusia, dan proses lingkungan lainnya.

Partikel mikroplastik dapat berasal dari degradasi sampah plastik berukuran besar maupun dari berbagai produk yang mengandung partikel plastik berukuran kecil.

Keberadaannya di lingkungan menimbulkan tantangan tersendiri bagi dunia penelitian. Ukurannya yang kecil membuat mikroplastik tidak selalu mudah diamati secara langsung, sehingga diperlukan metode identifikasi dan analisis yang sesuai.

Dalam konteks tersebut, pendekatan biokimia memiliki peran penting dalam mendukung kajian mengenai karakteristik partikel, interaksinya dengan lingkungan, serta kemungkinan dampaknya terhadap organisme.

Namun, proses identifikasi saja belum cukup untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pencemaran mikroplastik.

Peneliti juga perlu memahami lokasi keberadaan mikroplastik, pola distribusinya, serta kemungkinan perubahan sebaran dalam suatu wilayah.

Tinggalkan Balasan