Dari Kampus untuk Lingkungan,FST Turun Langsung pada Aksi Peduli Kabut Asap

Persoalan lingkungan Kabut Asap bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas pemerhati lingkungan. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus menghadirkan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Gerakan Peduli Lingkungan: Aksi Peduli Kabut Asap Karhutla Kota Palembang, yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, di depan Kampus UIN Raden Fatah Jakabaring, Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kota Palembang.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Muhammad Isnaini, S.Ag., M.Pd., bersama Wakil Dekan III, Dr. Ir. Ledis Heru Saryono Putro, M.Si., serta mahasiswa dan berbagai unsur komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Aksi tersebut merupakan kolaborasi mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang bersama Rumah Enzim Bakti Nusantara (REBN) Palembang, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi, Duta Eco Green Campus, dan Eco Enzyme Musang.

Melalui kegiatan berbagi cairan eco enzyme, para peserta berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan kualitas udara, khususnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi salah satu tantangan lingkungan di Sumatera Selatan.

Kehadiran Pimpinan Fakultas sebagai Bentuk Dukungan Nyata

Kehadiran Dekan dan Wakil Dekan III FST dalam kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi penguatan budaya kepedulian lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.

Dukungan pimpinan terhadap kegiatan mahasiswa menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak seharusnya berhenti pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu mendorong keterlibatan mahasiswa dalam menghadapi persoalan masyarakat.

Bagi Fakultas Sains dan Teknologi, kegiatan semacam ini memiliki keterkaitan dengan pengembangan pendidikan sains yang tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa perlu memperoleh pengalaman untuk memahami bahwa persoalan lingkungan memiliki hubungan erat dengan berbagai bidang keilmuan, mulai dari Biologi, Kimia, teknologi informasi, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Tinggalkan Balasan